Wednesday, July 8, 2009

APA TITIK TOLAK DAKWAH?

Kalau kita perhatikan lebih jauh, dakwah Islam hari ini memiliki beberapapermasalahan yang tidak dapat kita ingkari. Yang sangat nyata adalah masalah perselisihan di antara kelompok-kelompok dakwah. Seandainya permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut maka akan merugilah ummat Islam. Bila kita telusuri lebih jauh, bebarapa pertanyaan mungkin akan muncul: adakah jalan yang jelas ke arah mencapai tujuan? Apakah dakwah Islamiyah ini akan mampu bertahan dan menghadapi berbagai tantangan dan penyelewengan yang telah dan akan terjadi?



APA TITIK TOLAK DAKWAH?


Kita memulai dengan menanyakan satu pertanyaan yang amat mendasar: Apakah titik tolak dakwah itu? Seringkali kelalaian kita di dalam meresapkan arti titik tolak dakwah ke dalam hati membawa kebinasaan terhadap dakwah. Banyak kejadian dimana kefahaman terhadap titik awal dakwah telah pupus menyebabkan pupusnya pula makna dakwah. Dan ini sering memberikan kesan negatif kepada du'at maupun dakwah itu sendiri.


Dakwah seharusnya bermula pada jalan DAKWAH para NABI a.s. Mereka menyeru manusia kepada subul-as-Salam (jalan kebahagiaan), menunjukkan manusia kepada jalan yang lurus (sirat-al-Mustaqim), sehingga manusia menerima seruan Allah dan Rasul-Nya. Dakwah Islamiyah berawal dari hati yang sadar bahwa inilah jalan kita, yaitu untuk menyeru manusia kepada Allah sehingga mereka mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW.


Yang menjadi pemisah antara dakwah Islamiyah dengan jalan lain adalah petunjuk Allah yang disampaikan melalui wahyu dan jalan (contoh) yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Musuh kita yang sebenarnya adalah syaithan dan konco-konconya yang menjelma melalui al-hawa' (hawa nafsu) yang ada di dalam diri kita serta yang lebih nyata lagi adalah dalam bentuk jahiliyah yang zahir. Jahiliyah yang sekecil-kecilnya dari dosa-dosa yang berupa keingkaran hingga kepada al-kabair (dosa-dosa besar), bid'ah-bid'ah yang menyesatkan, nifaq (kemunafikan), serta kekufuran kepada Allah. Jahiliyah inilah yang seterusnya lahir dan menjelma di dalam bentuk keingkaran kepada Allah baik di dalam bentuk undang-undang, negara, masyarakat, dan segala bentuk sistem yang bukan berasaskan Islam.


Dakwah bukanlah semata-mata penentangan terhadap satu golongan, atau parti, ataupun individu, dsb. Namun merupakan pertarungan yang telah lama ada, yaitu semenjak penciptaan Adam a.s. dan keengganan Iblis untuk mematuhi perintah Allah agar sujud kepada Adam. Pertarungan di dalam dakwah adalah pertarungan antara yang haq dengan yang bathil. Inilah pertarungan para Anbiya a.s. semenjak nabi Adam hingga Rasulullah saw. Inilah dia hakikat dawah yang perlu kita dukung.


(Dari Madrasah Al-Imam Asy-Syahid Hassan Al Banna)

No comments:

Post a Comment